oleh

Otmil Punya Kantor Baru: Hibah Koperasi, Diresmikan Perwira Tinggi

FAJAR, MAKASSAR—Oditurat Militer (Otmil) Tinggi IV Makassar dan Oditurat Militer IV-17 memiliki gedung baru. Diresmikan, Kamis, 11 November 2021.

Gedung ini bakal menjadi kantor baru para oditurat dalam menyelesaikan berbagai kasus hukum yang terjadi di lingkup mereka.

Peresmian Gedung Otmil ini dilakukan langsung Kepala Badan Pembinaan Hukum (Babinkum) TNI Mayor Jenderal TNI W Indrajit diikuti dengan penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, pemotongan tumpeng, dan peninjauan ke berbagai ruangan.

Gedung baru yang terletak di Jl AP Pettarani Blok F4 Makassar ini merupakan hibah dari Koperasi Patricia Yustisa Makassar kepada Babinkum TNI, yang kemudian akan dicatat sebagai aset negara.

Penyerahan hibah ini dilakukan melalui Akta Notaris Nomor 10 tertanggal 9 Agustus 2021 tentang Hibah Bangunan antara Ketua Pengurus Koperasi Patria Yusticia Makassar dengan Babinkum TNI.

Babinkum Indrajit sendiri berharap, hadirnya gedung baru ini bisa memberikan motivasi lebih kepada para prajurit, khususnya oditurat, agar bisa bekerja lebih maksimal.

”Ya, tentu kami harapkan pekerjaan di bidang hukum ini bisa lebih maksimal lagi. Penanganan-penangannya lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap agar penuntasan kasus yang masuk serta keamanan dokumen bisa dituntaskan, juga proses pengarsipan lebih tertib dan teratur.

”Semuanya harus lebih baik lagi. Apalagi gedung kantornya ini kan sudah lantai dua. Representatiflah, cukup untuk menunjang menunjang kinerja,” harapnya.

Sementara Wakil Kepala Oditurat Militer Tinggi IV, Kolonel chk Ateng Karsoma mengatakan, penghibahan ini dilakukan berkat penghasilan koeprasi yang cukup. Selain itu, kondisi kantor lama juga sudah tidak representatif, sehingga perlu gedung baru.

”Gedung lama, kan, sudah banyak yang rusak, banjir juga kalau hujan, karena memang bangunan tua, sejak 1978 itu. Toiletnya juga kadang saluran airnya tidak berfungsi. Makanya kita bangun ini, yang lebih layaklah istilahnya,” ujarnya.

Juga banyak berkas yang perlu dirapikan. Sementara jumlah laporan juga jumlahnya terus meningkat setiap tahun.

”Kan, bahaya, Pak. Soalnya biasa kena banjir. Nah, berkas-berkas itu, kan, perlu diamankan. Ditambah lagi jumlah laporan yang masuk, jadi semakin banyak yang perlu dirapikan,” terangnya. (wid/zuk)

Komentar

News Feed