oleh

Lindungi Pekerja Keagamaan, Ini Program Pemkot Makassar

FAJAR, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto melakukan penandatanganan MoU dengan BPJamsostek terkait kepesertaan bagi pekerja keagamaan di Makassar.

Mereka di antaranya pemandi jenazah, marbot, dan guru mengaji. Tercatat ada 4.000 peserta yang saat ini masuk dalam pendataan otomatis dan bakal mendapatkan perlindungan dengan dua program jaminan yakni jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja.

“Alhamdulillah, ini kabar menggembirakan bagi masyarakat Makassar. Saya sangat konsen dalam melindungi para pekerja keagamaan untuk itu kerjasama ini kami lakukan secepatnya agar aktivitas pun tercover oleh Jamsostek,” kata Danny, sapaan akrab Ramdhan Pomanto, Selasa, 16 November.

Menurut Danny, hal ini juga menjadi bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah Kota Makassar terhadap pekerja keagamaan.

Tak sampai di situ, MoU tersebut berkaitan pula dengan program inisiasi Danny, kepedulian PNS atau Program Aparatur Sipil Negara Memberi Perlindungan Jaminan Sosial Bagi Pekerja Rentan Terdekat (PARAIKATTE).

“Program Paraikatte ini juga sebagai bentuk kepedulian kami terhadap pekerja rentan. Jadi satu PNS menanggung satu pekerja rentan di sekitarannya. Karena kalau bukan kita yang peduli terhadap sesama, siapa lagi?,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Cabang BPJamsostek Cabang Makassar, Hendrayanto menuturkan pekerja rentan merupakan pekerja sektor informal yang kondisi kerja mereka jauh dari nilai standar dan memiliki risiko yang tinggi serta berpenghasilan sangat minim.

“Program Paraikatte ini bekerja sama dengan BP Jamsostek yakni satu ASN menanggung satu pekerja rentan,” tuturnya.

Dalam hal ini, lanjut dia, satu ASN mungkin saja bisa menanggung sekuriti di kompleksnya misalnya, pekerja kebunnya, drivernya, nelayan dan sebagainya. “Bisa menanggung lebih dari satu,” lanjutnya.

Sekedar diketahui total PNS di Kota Makassar saat ini berjumlah 10.400 orang. (bus/dir)

Komentar

News Feed