oleh

Universitas Sawerigading Kukuhkan 304 Wisudawan Berdaya Saing

FAJAR, MAKASSAR –- Rektor Universitas Sawerigading, Prof. Andi Melantik Rompegading, mengukuhkan 304 wisudawan yang berasal dari tujuh program studi (Prodi), dalam kegiatan wisuda dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, di Hotel Claro Makassar, Kamis (18/11).

“Meskipun pandemi, semangat untuk memaknai pencapaian akademik bagi mahasiswa tetap harus terbakar,” ujar Prof Andi Melantik Rompegading.

Menurutnya, setelah ini, alumni yang dikukuhkan akan membawa tugas untuk mengharumkan nama kampus dengan bekal yang diperoleh untuk masuk dalam bursa kerja.

“Saya yakin para wisudawan ini, akan memiliki peran penting dalam kemajuan bangsa, karena telah melewati ujian panjang untuk bisa berada di sini. Itu berarti, kalian memiliki mutu yang berkualitas untuk bersaing dengan perguruan tinggi lainnya,” tutur Andi Melantik.

Selain itu, Prof Melantik juga menegaskan kepada para wisudawan, untuk tidak berkecil hati dengan persaingan bursa kerja yang keras.

Dia mengakui, universitas yang dipimpinnya tidak akan melepas begitu saja alumni yang telah diwisudanya. Dengan melakukan kerja sama dengan beberapa instansi untuk memudahkan mahasiswanya menyalurkan kemampuan bakat mereka yang unggul dan berkualitas.

“Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini memaksa setiap sarjana untuk berdaya saing dalam berbagai bidang, karena itu saya menghimbau kepada alumni untuk dapat bersiang dengan era yang serba cepat ini menambah kemampuan dan kompetensi yang tidak melupakan tridharma perguruan tinggi,” Prof. Melantik Rompegading.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI IX Prof Jasruddin mengatakan, di era revolusi industri individualisme tidak lagi dihitung, kerja sama adalah kunci keberhasilan.

“Kalau perguruan tinggi mampu mengembangkan kerja sama, baik dalam dan luar negeri, dapat dikatakan perguruan tinggi yang global,” ungkap Jasruddin.

Dia mengakui, meskipun masih dilanda pandemi namun perkuliahan luring atau tatap muka mesti dilaksanakan untuk menjaga mutu pendidikan mahasiswa.

“Saya kira, bukan lagi saatnya untuk mengungkung diri dalam kamar bersembunyi dari virus ini. Sudah saatnya kita kembali lagi untuk memperluas jaringan untuk dapat menghadapi perubahan zaman,” pungkas Jasruddin. (dar/mukhlis)

Komentar

News Feed