oleh

Vaksin On The Road di Momen Nataru

FAJAR, MAKASSAR — Pemerintah kota (Pemkot) Makassar sangat serius dalam mencegah lonjakan kasus pada momen Natal dan tahun baru (Nataru). Upaya itu dicanangkan lewat penjaringan pengendara dan penerapan vaksin on the road.

Penjaringan kala Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 nanti dilakukan untuk mencegah penularan dan mendeteksi orang yang belum vaksin. Tujuannya, selain meningkatkan angka cakupan vaksinasi, juga untuk memberikan perlindungan lebih kuat bagi seluruh masyarakat Makassar.

Ketua Tim Ahli Pengendalian Covid-19 Sulsel Prof Ridwan Amiruddin menilai kebijakan tersebut merupakan satu langkah tepat. “Saya bilang kemarin, setiap daerah memang perlu kebijakan penguat dalam menekan laju virus apalagi momen krusial, Nataru. Tetapi, apa yang dikatakan itu harus betul-betul konkret dan terealisasi,” ucapnya kepada FAJAR, Kamis, 25 November.

Menurutnya, ibu kota Sulsel itu memang perlu intervensi tambahan. Alasannya, wilayah ini kerap jadi pusat kunjungan masyarakat menjelang pergantian tahun. Perlu ada pengaman lewat pemeriksaan di sejumlah ruas-ruas jalan, termasuk melakukan vaksinasi on the road.

Ahli Epidemiologi UMI Makassar Prof Masriadi menilai pemerikasaan berupa antigen dan PCR juga perlu ditingkatkan di semua daerah di Sulsel. “Artinya begini, pelaku perjalanan udara maupun darat sebelum momen Nataru harus dipastikan baik kesehatannya. Intinya kita tidak boleh gegabah akan penularan sekecil apapun,” terangnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammadong menyebut peran serta instansi dan tempat yang memicu banyak kerumuman, juga harus meningkatkan pengawasan. Pengawasan protokol kesehatan mesti diketatkan. Bukan hanya tersedia, namun fungsi tersebut berjalan sesuai ketentuannya.

“Banyak tempat mulai abai akan prokes ini, seperti sudah jarang melakukan pengecekan suhu tubuh. Padahal ini harus selalu berjalan sesuai fungsinya. Kita berharap jika langkah masif prokes itu secara terus-menerus. Meski kasus kita semakin melandai,” tukasnya. (muh/dni)

Komentar

News Feed